Mengawal berapa banyak cahaya masuk ke dalam lubang shutter hanyalah satu aspek pada aperture. Dengan menggunakan aperture, seseorang jurugambar itu juga boleh menunjukkan kreativiti nya menerusi Depth Of Field.
Pastikan gambar kita memiliki “sense of depth” dahulu merupakan langkah
awal untuk menangkap perhatian mata penonton. Hal tersebut tidak harus
digambarkan sangat detail, bahkan kadang-kadang lebih bagus apabila tidak
terlalu detail.
Untuk mendapatkan gambar, beberapa fotografer suka menambahkan elemen
lain seperti foreground element dalam foto mereka.
Dengan memilih foreground element blur dan lebih gelap value-nya. Ini merupakan cara yang sangat efektif untuk membuat focus point yang kuat, dan meningkatkan depth of field.
Maka dengan melakukan hal tersebut ke dalam sebuah foto Anda, akan
menghasilkan efek yang sama. Foreground element tidak perlu sangat detail,
cukup siluet simple dan dibuat blur.
Ketika foreground element meningkatkan depth atau jarak, hal yang sama
berlaku pada background. Dengan menampilkan sesuatu dengan lighting yang
normal, dan mampu menampilkan background blur akan lebih sedikit membantu
menonjolkan focus point lebih baik.
Depth of field – DOF, adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam
foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari
obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus.
Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik
tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.
Untuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil,
misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto
diatas. Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar
mungkin, misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.

Deep Depth Of Field
Biasanya digunakan dalam gambar-gambar landskap bagi mendapatkan detail yang lengkap pada keseluruhan gambar.
Dalam mempengaruhi Depth of Field dengan menggunakan aperture, 2 perkara yang perlu diingati:
1. Lebih besar aperture digunakan, lebih kecil (shallow/narrow) Depth of Field.
2. Lebih kecil aperture digunakan, lebih besar (deep/wider) Depth of Field.

Shallow Depth Of Field
biasanya
digunakan dalam gambar-gambar potrait bila jurugambar mahu
memfokuskan pada ‘objek utama‘ sahaja. Oleh itu, bahagian belakang (background)
perlu dikaburkan (blur).
No comments:
Post a Comment